Guru, Dosen, ASN: AI Tidak Menghapus Jabatan Anda, Tapi Bisa Mengosongkan Peran Anda

Oleh: Redaksi ILTEC
11 Januari 2026

Banyak guru, dosen, dan ASN merasa relatif aman.
Status jelas. Jabatan ada. Gaji rutin. Sistem birokrasi terasa stabil.
Namun justru di situlah letak bahayanya.
Karena perubahan terbesar di era kecerdasan artifisial tidak datang dengan pemecatan massal, tetapi dengan sesuatu yang jauh lebih sunyi: penyusutan peran.


Jabatan Tetap, Tapi Pengaruh Perlahan Hilang
Hari ini, AI sudah mampu:
• menjelaskan materi pelajaran secara personal kepada siswa,
• menyusun soal dan evaluasi otomatis,
• menganalisis capaian belajar dan rekomendasi pembelajaran,
• menyusun laporan, naskah kebijakan, hingga bahan presentasi.

Pertanyaannya bukan apakah ini akan dipakai di sekolah, kampus, dan instansi pemerintah.
Pertanyaannya: siapa yang memahaminya, dan siapa yang hanya menjadi pelengkap sistem.
Tanpa literasi koding dan AI, guru dan ASN berisiko mengalami kondisi paling berbahaya:

Masih hadir secara administratif, tetapi tidak lagi menentukan arah.

Guru yang Tidak Memahami AI Akan Ditinggalkan Muridnya
Mari jujur.
Banyak siswa hari ini sudah bertanya ke AI sebelum bertanya ke guru.


Jika guru:
• tidak memahami cara kerja AI,
• tidak mampu mengarahkan penggunaan AI secara etis dan kritis,
• atau bahkan menghindari pembahasan AI,
maka otoritas keilmuan guru perlahan runtuh, bukan karena murid tidak hormat, tetapi karena guru tidak lagi relevan dengan realitas belajar mereka.

Guru yang tidak upgrade kompetensi digital berisiko berubah dari:
pendidik → pengawas administratif.

Dosen Tanpa Literasi AI Akan Kalah Produktivitas, Bukan Kualitas
Di dunia akademik, AI sudah mengubah:
• cara riset dilakukan,
• cara data dianalisis,
• cara artikel ditulis dan direvisi,
• hingga cara proposal hibah disiapkan.

Dosen yang memahami AI:
• menulis lebih cepat (tanpa menurunkan kualitas),
• menganalisis data lebih dalam,
• dan lebih adaptif terhadap tuntutan publikasi dan luaran.

Dosen yang menolak belajar AI sering merasa “menjaga idealisme”,
padahal yang terjadi adalah kalah kecepatan dan daya saing.

Akibatnya bukan langsung disanksi  tetapi peluang pelan-pelan menjauh.

ASN: AI Tidak Menghilangkan Anda, Tapi Mengukur Anda
Di birokrasi modern, AI mulai digunakan untuk:
• analisis kebijakan,
• perencanaan program,
• pengolahan data kinerja,
• hingga evaluasi efektivitas anggaran.

ASN yang tidak memahami logika sistem digital akan:
• hanya mengisi template,
• menunggu instruksi,
• dan sulit naik ke peran strategis.

Sebaliknya, ASN yang paham AI akan menjadi:
• rujukan pimpinan,
• penghubung antara kebijakan dan teknologi,
• serta aktor penting dalam reformasi birokrasi berbasis data.

Di era AI, loyalitas saja tidak cukup.
Yang dicari adalah relevansi.

Ancaman Terbesar: Merasa “Masih Aman”
Sejarah menunjukkan, kelompok yang paling terdampak perubahan bukan yang lemah, tetapi yang merasa mapan.
Banyak guru, dosen, dan ASN tidak tersingkir.
Mereka berhenti berkembang, dan itu lebih berbahaya.
Karena ketika sistem berubah:
• yang adaptif naik peran,
• yang pasif tetap di tempat,
• dan yang menolak berubah perlahan tersisih dari pusat pengambilan keputusan.

ILTEC: Upgrade Sebelum Terpinggirkan
ILTEC memahami satu hal penting:
guru, dosen, dan ASN tidak perlu menjadi programmer, tetapi harus memahami logika koding dan kecerdasan artifisial.

Pelatihan ILTEC dirancang khusus untuk:
• pendidik dan aparatur negara,
• berbasis kebutuhan nyata di sekolah, kampus, dan birokrasi,
• fokus pada pemanfaatan AI yang etis, produktif, dan strategis.
Ini bukan tentang ikut tren.

Ini tentang bertahan dan berperan di sistem yang sedang berubah.

Penutup: Diam Juga Sebuah Pilihan—Dengan Konsekuensi
Setiap guru, dosen, dan ASN sedang membuat pilihan, sadar atau tidak:
• belajar memahami AI,
• atau berharap perubahan tidak menyentuh perannya.

Namun teknologi tidak menunggu harapan.
Yang tidak upgrade ilmu hari ini,
akan ditanya relevansinya besok.

🚨 Untuk Guru, Dosen, dan ASN
👉 Ikuti Pelatihan Literasi Koding & Kecerdasan Artifisial bersama ILTEC
Upgrade kompetensi, perkuat peran, dan tetap relevan di era AI.
Contak: 081313142414 (Ibu Dr, Esti Susilonignsih, S. Pd., M. Si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *