Anak-anak hari ini tumbuh di dunia yang penuh teknologi cerdas. Mereka terbiasa berbicara dengan chatbot, menggunakan aplikasi berbasis AI, dan menerima jawaban instan hanya dengan satu sentuhan layar. Sekilas, ini tampak sebagai kemajuan luar biasa. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering luput kita renungkan: apakah mereka benar-benar memahami teknologi yang mereka gunakan, atau hanya sekadar memakainya?
Jika jawabannya yang kedua, maka kita sedang menghadapi masalah serius.
AI Hadir di Mana-Mana, Literasinya Belum
Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi teknologi masa depan. Ia sudah ada di ruang kelas, platform pembelajaran, media sosial, bahkan dalam proses pengambilan keputusan sehari-hari. Ironisnya, kehadiran AI sering kali tidak dibarengi dengan pemahaman yang memadai.
Banyak siswa mampu menggunakan teknologi berbasis AI, tetapi tidak tahu:
• bagaimana sistem itu bekerja,
• data apa yang digunakan,
• mengapa hasilnya bisa keliru atau bias,
• serta apa dampaknya bagi kehidupan sosial dan kemanusiaan.
Tanpa literasi AI, siswa hanya menjadi konsumen teknologi—menggunakan tanpa memahami, menerima tanpa mengkritisi.
Bahaya Generasi “Tinggal Pakai”
Teknologi yang digunakan tanpa pemahaman akan melahirkan generasi yang:
• bergantung pada mesin untuk berpikir,
• mudah percaya pada hasil otomatis,
• kehilangan daya kritis dan kreativitas,
• serta tidak siap bersaing di dunia kerja masa depan.
Masalah ini bukan soal pintar atau tidak pintar, tetapi soal kesadaran dan kesiapan pendidikan. Negara yang gagal membangun literasi AI sejak dini akan tertinggal, meski teknologinya tersedia.
Literasi AI: Bukan Sekadar Coding
Literasi AI sering disalahpahami sebagai kemampuan membuat program atau menulis kode. Padahal, maknanya jauh lebih luas. Literasi AI mencakup:
• memahami cara kerja dasar AI,
• berpikir kritis terhadap hasil yang diberikan teknologi,
• menyadari keterbatasan dan potensi bias AI,
• serta menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Dengan literasi AI, siswa tidak hanya bertanya “bagaimana cara memakai?”, tetapi juga “mengapa hasilnya seperti ini?” dan “apa dampaknya jika digunakan secara luas?”
Pendidikan Tidak Boleh Netral terhadap AI
AI adalah alat. Ia bisa membantu manusia, tetapi juga bisa merugikan jika digunakan tanpa nilai. Karena itu, pendidikan tidak boleh netral. Sekolah dan lembaga pelatihan harus berani mengambil posisi: AI harus dikuasai manusia, bukan sebaliknya.
Literasi AI perlu berjalan seiring dengan:
• pendidikan karakter,
• etika digital,
• empati dan tanggung jawab sosial.
Tanpa nilai, kecanggihan teknologi justru dapat mengikis kemanusiaan.
Komitmen ILTEC: Dari Konsumen ke Pencipta
Sebagai lembaga pelatihan dan pendidikan, ILTEC (Indonesian Learning Training and Education Centre) memandang literasi AI sebagai kebutuhan mendesak. ILTEC berkomitmen:
• membekali guru dan tenaga pendidik dengan pemahaman AI yang kontekstual,
• mendorong pembelajaran yang melatih berpikir kritis dan pemecahan masalah nyata,
• mengembangkan pelatihan AI yang berpijak pada nilai dan etika,
• serta menyiapkan generasi yang mampu menciptakan solusi, bukan sekadar menggunakan teknologi.
Literasi AI bukan tren sesaat, melainkan pondasi masa depan pendidikan Indonesia.
Penutup
AI akan terus berkembang, cepat atau lambat. Pertanyaannya bukan apakah siswa akan menggunakan AI, melainkan apakah mereka memahami apa yang mereka gunakan.
Tanpa literasi AI, siswa hanya akan menjadi konsumen teknologi.
Dengan literasi AI, mereka dapat menjadi pengendali, pencipta, dan penjaga masa depan.
Penulis: ILTEC – Indonesian Learning Training and Education Centre
Ikuti Pelatihan Literasi AI bersama ILTEC
Perubahan tidak dimulai dari teknologi, tetapi dari cara berpikir.
ILTEC (Indonesian Learning Training and Education Centre) menghadirkan Pelatihan Literasi AI untuk guru, pendidik, dan institusi pendidikan yang ingin melangkah lebih jauh bukan sekadar menggunakan AI, tetapi memahami, mengkritisi, dan memanfaatkannya secara etis dan bermakna.
Melalui pelatihan ini, peserta akan:
• memahami dasar dan cara kerja AI secara praktis,
• mengembangkan pembelajaran kritis berbasis AI,
• mengintegrasikan AI dalam konteks pendidikan Indonesia,
• serta membangun kesadaran etika dan tanggung jawab digital.
📌 Saatnya beralih dari konsumen teknologi menjadi pencipta solusi pendidikan masa depan.
👉 Ikuti Pelatihan Literasi AI bersama ILTEC
Informasi & pendaftaran: WA 0813 1314 2414
